Definisi Fascism secara umum adalah suatu bentuk pemerintahan yang bersifat otoriter, nasionalisme yang berlebihan dan identik dengan kediktatoran, penindasan kepada kaum oposisi.

Tokoh-tokoh yang dibahas dalam buku ini di antaranya adalah Benito Mussolini, Adolf Hitler, Joseph Stalin, Slobodan Milosevic, Hugo Chavez, Recep Tayyip Erdogan, Vladimir Putin, Kim Jong-Il dan Donald Trump.

Tokoh-tokoh di atas kalau secara definisi tidak semua adalah tokoh yang beraliran fascism, misalnya saja Joseph Stalin adalah tokoh seorang pemimpin dan diktator komunis sama dengan pendahulunya Karl Max. Tokoh yang benar-benar beraliran fascism yang paling terkenal adalah Benito Mussolini dari Italia dan kemudian tokoh utama Nazi yaitu Adolf Hitler. Sisanya mungkin menurut penulis buku ini diceritakan dalam bukunya karena kemiripan dengan fascism yang menurut penulis selama kekuasaannya dekat dengan kediktatoran, penindasan dan ingin berkuasa selama mungkin. Selain itu sesuai judul buku ini adalah Fascism A Warning jadi buku ini adalah peringatan tentang munculnya kembali pemimpin-pemimpin fascism di seluruh dunia, kira-kira demikian pendapat daripada mantan State Secretary pertama Amerika.

Satu yang menarik adalah bagaimana ketidaksukaan penulis buku ini terhadap Presidennya sendiri yaitu Donald Trump dari partai Republik yang merupakan musuh bebuyutan dari Penulis yang merupakan politisi partai Demokrat. Penulis buku Madeleine Albright adalah state secretary sewaktu masa pemerintahan Clinton yang dilahirkan di Prague.

Kutipan-kutipan menarik dari buku ini di antaranya :

One reason, frankly, is Donald Trump. If we think of fascism as a wound from the past that had almost healed, putting Trump in the White House was like ripping off the bandage and picking at the scab.

Secara kalimat Penulis tidak menyebutkan secara langsung Donald Trump adalah seorang tokoh yang fascist tetapi secara tersirat Penulis menilai tindakan yang dia lakukan dalam memimpin Amerika adalah layaknya para pemimpin-pemimpin fascist

The man who has led Russia longer than anyone since Stalin describes himself as “a pure and utterly successful product of a Soviet patriotic education.” A restless, energetic youth, he channeled his physicality into the martial arts, grappling, throwing, parrying, and pinning his way to the judo championship of Moscow

Putin is also a show-off. It is hard to imagine any other Russian leader (Yeltsin? Brezhnev? Lenin?) thrusting himself in front of cameras to demonstrate judo moves, pose shirtless with a wriggling fish, shoot a crossbow, shake hands with a polar bear, rub noses with a dolphin, or fire a tranquilizer gun at a rogue tiger. In 2012, the sixty-year-old Putin maneuvered his no longer lithe frame into a white jumpsuit, hopped into the pilot’s chair of a small plane, and showed a flock of apparently slow-witted Siberian cranes the proper direction to migrate. Not even Mussolini did that.

Mantan Agen KGB yang memimpin Rusia saat ini sepertinya adalah mungkin Presiden atau Pemimpin yang paling fit fisiknya di dunia, dia adalah Ban Hitam Judo dan suka berolahraga. Pernah viral foto Putin bertelanjang dada menunggangi beruang yang ternyata adalah Hoax, tapi aslinya Putin suka berkuda

North Korean Fascism is a family enterprise. For all their headaches, Western diplomats have never had to match wits with Benito Mussolini Jr., Adolf Hitler III, or Joseph Stalin IV. But since the DPRK was founded, power in that country has been transferred without interruption from one generation (the Great Leader, Kim Il-sung) to the next (the Dear Leader, Kim Jong-il) and the next (the Great Successor, Kim Jong-un).

Menarik sekali melihat bagaimana kelanjutan negara yang satu ini yang oleh sampai disebut sebagai family enterprise, sampai kapan kita melihat secara turun temurun kakek ayah dan anak menjadi pemimpin dari suatu negara, yang sangat berbeda dari negara saudaranya yang lebih demokratis.

Baca juga